Kamis, 08 Mei 2008

10 Tips Saat Ujian


Sepuluh Tips Saat Ujian




Ketika kamu melakukan ujian, kamu sedang mendemonstrasikan kemampuanmu dalam memahami materi kuliah, atau dalam melakukan tugas-tugas tertentu. Ujian memberikan dasar evaluasi dan penilaian terhadap perkembangan belajarmu.

Ada beberapa kondisi lingkungan, termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu dalam melakukan ujian.

Bila kamu ragu terhadap kejujuran ujian, atau kredibilitas ujian tersebut untuk menguji kemampuanmu, temuilah dosen pembimbingmu.

Sepuluh tips untuk membantu kamu dalam mengerjakan ujian:
Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.

Tenang dan percaya diri.
Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.

Bersantailah tapi waspada.
Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.

Preview soal-soal ujianmu dulu bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)
Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.

Jawab soal-soal ujian secara strategis.
Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang kamu ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya kamu kerjakan adalah:
soal paling sulit,
yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya,
memiliki nilai terkecil.

Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.
Mula-mulai, abaikan jawaban yang kamu tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat kamu abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila kamu yakin akan koreksi yang kamu lakukan.

Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.
Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin kamu tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak kamu diskusikan dulu.

Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.
Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.

Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.

Analisa hasil ujianmu.
Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.

sumber: Landsberger, Joe. Ten Tips for Test Taking
0 komentar Link ke posting ini

Selasa, 22 April 2008

Madrasah Siap Buktikan di UN **Samarinda Pantas Wajar 12 Tahun yang Bermutu


SAMARINDA—Sekolah madrasah di Samarinda MI, MTs dan MA siap membuktikan kualitas lulusan di Ujian Nasional (UN) nanti, sebagai indikator juga bahwa Samarinda memang pantas melaksanakan program Wajib Belajar (Wajar) 12 tahun yang bermutu dengan dasar rekomendasi dari Mendiknas baru-baru ini. “Untuk itu kita akan bertekad mengulang sukses mempertahankan prosentasi kelulusan di atas 90 persen, di tahun 2007 lalu, dimana kelulusan tingkat MI Ujian Sekolah (US) lulus 100 persen, MTs UN lulus 100 persen, dan MA UN jurusan IPA 100 persen dan IPS lulus 99 persen,” ujar kepala Kantor Departemen Agama kota Samarinda Drs HM Elbadiansyah MPd kepada wartawan di ruang kerjanya pekan kemarin. Ia menyebutkan tahun ini jumlah peserta Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) untuk MI 454 siswa, UN tingkat MTs 1.404 siswa, sedang MA jurusan bahasa 29 siswa, IPA 223 siswa, IPS 297 siswa. “Jadi total peserta dari sekolah madrasah sebanyak 2.407 siswa,” sebutnya. Menurutnya upaya Depag dalam menyonsong UASBN dan UN ini telah melakukan tryout, baik dilaksanakan Dinas Pendidikan kota dan propinsi juga dilaksanakan madrasah masing-masing. Tak ingin ketinggalan dalam mutu, sebutnya, di Samarinda madrasah juga dirancang bertaraf nasional dan internasional, yaitu madrasah yang memiliki mutu berstandar internasional. “Upaya itu bisa meningkatkan madrasah yang ada, seperti MIN 1 Model Samarinda dan MTs Negeri Model Negeri Samarinda dan MAN 2 Model Samarinda yang dirancang bertaraf internasional dan bourding scholl, akan tetapi juga bisa membuka madrasah baru yang sejak awal didesain bertaraf internasional,” sebutnya. Begitu juga MA Al Mujahidin Samarinda Samarinda sebagai madrasah swasta yang dirancang memiliki life skill dan bourding scholl juga akan dikembangkan menjadi madrasah yang unggul dibawah binaan pondok pesantren. Disebutkannya madrasah berusaha bangkit untuk mengejar pesatnya arus globalisasi, terutama di bidang pendidikan yang menjadi sentral untuk meningkatkan SDM. “Apalagi Samarinda telah menganggarkan dana pendidikan 20 persen dari APBD, ditambah lagi telah direstui Mendiknas melaksanakan Wajar 12 Tahun yang bermutu di Samarinda. Begitu juga Walikota pun telah mengeluarkan kebijakan populis dengan menggratiskan biaya PSB dan dana partisipasi sejak tahun ini” tegas Elba mengakhiri.(hms6)

Rabu, 16 April 2008

Sarana Prasarana


Ruang Jumlah Luas ( M )
Teori/Kelas 22 1584
Laboratorium 3 264
Perpustakaan 1 72
Serba Guna 1 200
Mushallah 1 196
UKS 1 72
Ruang Guru 1 144
Ruang TU 1 80
Ruang Bimbingan Konseling 1 72
Ruang Komputer 1 200